PMII Angkatan Ningrat Gelar Diskusi Rutin Bertajuk “Revolusi Cinta”

PURWOREJO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Angkatan Ningrat menggelar diskusi rutin bertajuk “Revolusi Cinta” di halaman Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh segenap anggota PMII. Diskusi ini menjadi ruang bagi anggota untuk bertukar pendapat dan membahas fenomena percintaan yang terjadi di kalangan generasi Z.

Muhammad Azki Safitra, salah satu anggota PMII sekaligus Ketua Angkatan Ningrat, menjadi pemateri dalam diskusi tersebut. Ia menyampaikan bahwa fenomena jatuh cinta di kalangan generasi Z perlu disikapi dengan bijak agar tidak membuat seseorang melupakan tugas dan komitmennya.

“Diskusi ini sebagai bentuk respons terhadap fenomena jatuh cinta di kalangan Gen Z yang sering membuat seseorang lupa terhadap tugas dan komitmennya,” ujar Muhammad Azki Safitra.

Menurut Azki, mencintai seseorang tidak hanya tentang keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan dari orang yang dicintai. Cinta juga seharusnya mampu menghadirkan keindahan di tengah realitas yang tidak sempurna.

“Mencintai seseorang bukanlah tentang keinginan mendapatkan kebahagiaan dari orang yang dicintai, melainkan bagaimana hadirnya cinta itu dapat membawa keindahan dari realita yang berada di bawah ketidaksempurnaan. Dalam artian, cinta itu tanpa karena,” jelasnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan. Para anggota PMII menyampaikan pendapat dan menanggapi pembahasan yang telah disampaikan oleh pemateri. Salah satu peserta diskusi, Muhammad Syafi Syafiq, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya mahasiswa memiliki prinsip dalam menjalani proses.

“Menjadi seorang mahasiswa harus senantiasa memegang prinsip dirinya sendiri dan jangan pernah berproses dengan melibatkan seseorang. Ketika seseorang tersebut telah tiada, prosesnya akan berhenti. Dengan prinsip dan target yang menyertai, proses akan senantiasa berkelanjutan,” ujar Muhammad Syafi Syafiq.

Diskusi “Revolusi Cinta” diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi anggota PMII untuk memahami cinta secara lebih dewasa, tanpa mengesampingkan prinsip, tugas, komitmen, dan tujuan dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.


Penulis: Ningrat