Menyibak Makna Mendalam di Balik Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw



Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw selalu dinantikan umat Islam di seluruh negara, termasuk Indonesia. Tak lepas dari momen peringatan hari kemerdekaan Indonesia kemarin, masyarakat pun tak luput dalam mempersiapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw pada 12 Rabiul Awal.

Di negara kita, Indonesia, momen peringatan Maulid Nabi dilaksanakan dengan berbagai tradisi, seperti mengadakan pengajian, pembacaan Shalawat Nabi, serta bersedekah. Peringatan ini dilaksanakan sebagai kesempatan untuk meneladani akhlak mulia dan perjuangan Nabi dalam menyebarkan agama Islam.

Dari sekian banyaknya tradisi peringatan Maulid Nabi, siapa sih orang yang pertama kali merayakan Maulid Nabi? Dan apa hukum dari merayakannya?

Dalam sebuah ceramah, K.H. Achmad Chalwani menyampaikan:
"Orang pertama yang merayakan Maulid Nabi adalah Nabi sendiri, bukan yang lain."
Sehingga, ketika masyarakat merayakan Maulid Nabi, hal itu sudah benar. Kita termasuk mengikuti sunah Nabi.

K.H. Achmad Chalwani juga menyampaikan bahwa dalam kitab Haulal Ihtifal bi Dzikra Maulidin Nabi asy-Syarif karya Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani meriwayatkan:
"Nabi setiap hari Senin berpuasa. Kemudian ada yang bertanya, 'Mengapa setiap hari Senin Nabi berpuasa?' Nabi menjawab, 'Hari Senin adalah hari kelahiranku.'"

Maka, dari apa yang telah disampaikan K.H. Achmad Chalwani, memperingati hari kelahiran Nabi Saw adalah sunah Nabi. Hal ini seperti sabda Nabi Muhammad Saw:
مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِيْ كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنَّةِ
"Barang siapa yang menghidupkan sunahku (perilakuku), maka ia telah mencintaiku. Dan barang siapa yang mencintaiku, maka kelak ia akan bersamaku di surga." (HR Imam At-Tirmidzi)

Dengan demikian, momen peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga sebagai refleksi kita untuk tetap mengingat perjuangan dan terus meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad Saw.

Sumber: https://youtube.com/shorts/Z75-GteUFGM?si=6gSXnwKbQ_RvHMaZ

Kontributor: Anjani Saila Maghfiroh, Anggota PMII Rayon K.H. R. Damanhuri, Komisariat An-Nawawi, Purworejo

Posting Komentar

0 Komentar