Purworejo, To Care An-Nawawi— Pengurus Pusat Himpunan Alumni dan Wali Santri An-Nawawi (Himawan)
menggagas ruang khidmah berbasis potensi sebagai respons terhadap tantangan
disrupsi zaman. Hal ini dapat dilihat dari tagline ‘mengabdi, bersinergi
dan berintegrasi’ yang diangkat dalam Pelantikan Pengurus Pusat Himawan Masa
Khidmah 2025-2030 dan Seminar Nasional pada Rabu, (07/01/2026) bertempat di
Auditorium K.H. Nawawi Shiddieq, Berjan, Purworejo.
Ketua Umum PP Himawan, Anwar Ma’rufi menegaskan bahwa visi besar Himawan
ialah sebagai media khidmah kepada kyai dan para ulama untuk maslahat umat.
”Untuk kali ini kita mengusung tagline ‘mengabdi,
bersinergi, dan berintegrasi’. Kita ingin memetakan bahwa potensi alumni itu
besar. Kita tidak ingin menjadi organisasi alumni yang hanya sekedar organisasi
seremonial. Jadi perlu adanya modal dan bahan, sehingga khidmahnya itu
betu-betul total dan ikhlas,” ungkap Anwar.
Sebagai organisasi pengabdian yang berbeda dengan organisasi lain,
menurut Anwar, Himawan ini memiliki arah berupa kolaborasi antar alumni.
“Himawan ini kan organisasi pengabdian yang berbeda dengan
organisasi-organisasi lain. Tentu kita ingin, paling tidak, kita mengabdi
kepada almamater melalui Himawan betul-betul diristui oleh Pak Kiai. Jadi, kita
akan membawa ke mana? Ya, kolaborasi. Bahwa kita akan mengoptimalkan
masing-masing potensi alumi melalui berbagai wadah,” tuturnya.
Anwar memberikan kedaulatan penuh kepada PP Himawan untuk membentuk
badan otonom di bawah pengurus pusat. Misalnya, Ikatan Pengusaha Himawan dan
sebagainya.
“Saya sampaikan kemarin ke pengurus pusat, Anda boleh membentuk
badan otonom di bawah pengurus pusat. Misal badan otonom tadi apa? Ikatan Pengusaha
Himawan. Dan sebagainya,” terang Anwar.
Dikutip dari Surat Keputusan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi
Berjan Purworejo Nomor: 156/PP.An/A.01/12/2025 Tentang Pengangkatan Pengurus
Pusat Himpunan Alumni Dan Wali Santri Pondok Pesantren An-Nawawi (Himawan)
Berjan Purworejo, setidaknya terdapat tujuh departemen di bawah naungan PP
Himawan yang meliputi Departemen Pendidikan dan Dakwah, Departemen Sosial dan
Budaya, Departemen Ekonomi, Departemen Peranan dan Pemberdayaan Perempuan,
Departremen Komunikasi dan Informasi, Departemen Hukum dan Advokasi, serta
Departemen Organisasi dan Kepemudaan.
Selanjutnya, Anwar berharap dengan dilantiknya Himawan ini, segenap
alumni, wali santri bahkan santri dapat menjadikan Himawan sebagai gerbong
untuk mendapatkan ridha kiai.
“Harapan besar saya, santri ini, ketika sudah lulus tidak bingung
mau kemana. Tidak bingung mau khidmah di mana. Artinya, alumi yang sudah mapan
di berbagai negara itu tinggal menyambut generasi yang baru-baru, untuk
meneruskan, untuk memperbuat, untuk memperlebar campuran-campuran yang telah
ada. Dan semua ini semata-mata untuk mendapatkan ridha kiai,” tegas pria yang
juga diamanahi menjadi Ketua Mabinkom PMII An-Nawawi.
Selaku pendiri Tim Redaksi To Care An-Nawawi, Anwar berpesan agar
To Care senatiasa menjadi sumber informasi dan inspirasi.
“Untuk sahabat-sahabati To Care, teruslah menjadi sumber informasi
dan inspirasi bagi An-Nawawi khususnya dan masyarakat luas umumnya. Karena,
dulu saya juga ikut mendirikan To Care,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Ketua Panitia, Septian Viktor Riyantoro menyampaikan
bahwa dengan mengusung tema ‘Pesantren Sebagai Penjaga Pilar Bangsa di Era
Disrupsi: Ekoteologi dan Kemandirian Ekonomi Umat’, pihaknya berharap momentum
Pelantikan Himawan bukan sekedar seremonial, tetapi menjadi titik awal
penguatan komitmen dalam menjaga nilai-nilai pesantren di tengah perubahan
zaman.
“Dengan mengusung tema ‘Pesantren Sebagai Penjaga Pilar Bangsa di
Era Disrupsi: Ekoteologi dan Kemandirian Ekonomi Umat’ ini, kami berharap
momentum pelantikan ini bukan sekedar
seremonial, tetapi menjadi titik awal penguatan komitmen kita bersama dalam
menjaga nilai-nilai pesantren sebagai pondasi formal, spiritual, dan sosial di
tengah tantangan perubahan zaman,” ujarnya.
Oleh: Tim Redaksi To Care An-Nawawi
.jpeg)
0 Komentar